Wisata Kota Gede

Obyek Wisata Kota Gede Paling Populer di Jogja

Kotagede tergolong salah satu aset dari obyek wisata DIY yang menyempurnakan berbagai tujuan populer lainnya, semacam Pantai Parangtritis, Malioboro, Pantai Baron, Kaliurang, Goa Pindul, dan masih banyak lagi.

Sudah jadi rahasia umum bila Jogja merupakan daerah yang kaya akan obyek wisata memukau di Indonesia, bahkan sebagai salah satu obyek wisata populer dalam list travel wisatawan luar negeri di berbagai penjuru dunia.

Karakter kebudayaan lokal yang unik, adat istiadat super kental, aneka kuliner bercita rasa tinggi, juga kerajinan tangan warga lokal yang khas di Kotagede merupakan sebagian dari ciri khas wisata Jogja yang sangat akrab dikalangan para pecinta travel.

Kotagede Jogja bisa dikatakan sebagai suatu obyek wisata budaya dan sangat kental dengan elemen-elemen sejarah. Bila Kalian menyukai atau mau tahu banyak hal mengenai kesejarahan, maka obyek wisata Kotagede Jogja merupakan tujuan tepat.

Kotagede yang kerap dijuluki sebagai Kota Tua ini mempunyai tidak sedikit bangunan tua yang jadi saksi sejarah. Jika berwisata ke Kotagede, Kalian serasa ada didalam mesin waktu yang membawa lagi ke tahun 1710-an. Ada kurang lebih 171 bangunan kuno yang dibangun didalam rentang masa ratusan tahun, yaitu tahun 1710 sampai 1925-an. Dari seni arsitek bangunan yang tidak sama, Kalian dapat menjelajahi satu persatu kisah bersejarah di balik berdirinya bangunan itu.

Peninggalan Sejarah Kotagede Yogyakarta

Pada era dulu, Kotagede Jogja adalah sebuah ibukota kerajaaan Islam yang mengendalikan sebagian besar Kepulauan Jawa, yaitu Kerajaan Mataram. Di masa pemerintahan Sultan Agung Hanyokrokusumo, kemajuan kerajaan Mataram sangat pesat. Tetapi, pada akhirnya kerajaan yang makmur ini menelan permasalahan internal yang akhirnya berujung kepada perpecahan antar saudara.

Masjid Agung Kotagede

Dalam kemajuannya, walau sudah tidak lagi menjadi ibukota kerajaan, Kotagede selalu ramai dengan banyaknya penduduk yang makin bertambah. Di zaman modern sekarang ini, warisan sejarah era kerajaan tetap setia terjaga utuh, sebagian diantaranya semacam Masjid Kotagede, Kompleks Makam Pendiri Kerajaan, Rumah Tradisonal, Reruntuhan Benteng, sampai Toponim pemukiman yang masih menggunakan unsur tata kota laiknya zaman dulu.

Berikut adalah beberapa kawasan paling populer di obyek wisata Kotegede Jogja yang layak Kalian ketahui.

Pasar Tradisional Kotagede

Inilah pasar tradisional paling tua di Jogja. Pasar tradisional Kotagede Jogja sudah ada sejak zaman kerajaan dan terbilang tetap aktif sampai sekarang. Setiap hari Legi, aktivitas jual beli sangat marak di pasar tradisional yang sedang kita bicarakan ini.

Para penjual dan konsumen serta berbagai barang dagangan terus memenuhi pasar Kotagede. Bangunan pasar ini sudah mendapati beberapa kali renovasi, tetapi gaya arsitektural dan letaknya tak berubah sedikitpun.

Jika Kalian ingin menjelajahi kota historis Kotagede, so pasar tradisional ini merupakan langkah awal yang amat baik. Dari sini, kemudian Kalian bisa pergi ke selatan dengan jalan kaki ke makam-makam pemrakarsa kerajaan, reruntuhan Benteng Dalam, maupun ke kawasan Beringin Kurung.

Kompleks Makam Raja-Raja Mataram

Kira-kira 100 m dari arah selatan Pasar Tradisional Kotagede Jogja, Kalian akan melihat benteng kokoh mencuat tinggi yang menaungi makam raja dan para tokoh pemrakarsa Kerajaan Mataram. Kala memasuki kompleks makam itu, terlihat gapura dengan karateristik gaya arsitek Hindu.

Tiap-tiap pada gapura ada pintu tebal yang dibuat dari kayu berhias ukiran-ukiran indah. Pengawal kompleks yang dijuluki Abdi Dalem dan memakai busana adat Jawa, standby menjaga kompleks makam sepanjang 24 jam. Ada juga raja-raja yang dimakamkan di kompleks pemakaman itu ialah Ki Gede Pemanahan, Sultan Hadiwijaya, juga keluarga Panembahan Senopati.

Masjid Agung Kotagede

Menelusuri fakta histori di Kotagede Jogja sepertinya kurang apabila belum mampir ke Masjid Agung Kotagede yang dijadikan sebagai masjid tertua di Jogja. Letak Masjid Agung Kotagede itu tetap terletak di area yang tidak beda dengan Makam Pemrakarsa Kerajaan Mataram.

Rumah Tradisional

Tidak jauh dari Kompleks Makam Pemrakarsa Kerajaan, atau tepatnya di samping jalan depan kompleks pemakaman, Kalian bisa melihat rumah tradisonal khas Jawa. Dan bila Kalian berjalan kira-kira 50 m lagi ke arah selatan, sudah menanti satu tembok gapura rendah dan berongga komplit dengan plakat yang bertulis “Cagar Budaya”.

Jika Kalian melintasi gapura tembok itu, Kalian akan dibikin takjub oleh bangunan tradisional Kotagede yang masih terjaga dengan baik. Bagusnya lagi, rumah-rumah itu masih permanen berfungsi sebagai tempat tinggal.

Reruntuhan Benteng

Reruntuhan benteng merupakan sekian dari obyek yang harus dikunjungi saat berwisata ke Kotagede Jogja. Reruntuhan itu mempunyai ukuran luas 400 x 400 m komplit dengan parit saat di zaman kerajaan dulunya, digunakan untuk benteng perlindungan keraton. Tembok benteng itu mempunyai ketebalan 4 kaki yang dibuat dari bongkahan batu yang ukurannya raksasa.

Hotel di Kotagede Yogyakarta

Kalian bisa menemukan dengan sangat gampang aneka hotel dekat Kotagede Jogja. Sebagian hotel di Kotagede yang populer juga penginapan lain di kalangan pecinta travel, antara lain Pan Family Hotel, Dusun Jogja Village Inn, dan Ros In.

Jalur Travel ke Kotagede Yogyakarta

Akses ke Kotagede JOgja terbilang praktis. Dari Bandar udara Adi Sucipto Jogja, Kalian bisa mengambil jalan menuju Pertigaan Janti yang berikutnya akan ke Ring Road. Sehabis masuk Ring Road, Kalian akan menemukan pertigaan, lalu ambil ke kanan dan keluar dari Ring Road.

Berikutnya ikuti terus akses tersebut, Kalian akan melintasi JEC, kemudian akan menemui lagi pertigaan. Bila Kalian ke kanan, Kalian akan tiba di Bonbin Gembira Loka. Tapi menuju ke arah Kotagede, Kalian cukup lurus saja dari pertigaan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published.