Pemain yang Sukses Saat Kembali Ke Klub Lamanya

Pemain yang Sukses Saat Kembali Ke Klub Lamanya – Masyarakat Spanyol punya pepatah ‘mi casa es tu casa’, yang artinya ‘rumahku, rumahmu juga’. Maka, apabila seorang pesepakbola pulang ke kampungnya guna memperkuat klub kota kelahirannya atau tempat pesepakbola tersebut menimba ilmu sepakbola, fans klub tersebut bakal menikmati kisah tersebut lebih dari cerita cinta karangan Shakespeare. Seperti pada saat kepulangan Fernando Torres ke Atletico Madrid yg lantas menjadi berita besar sejumlah waktu lalu. Eks bomber kesebelasan nasional Spanyol tersebut memilih kembali main di klub tempat ia mengawali karir panjangnya sebagai pesepak bola profesional. Dan kisah mengenai seorang pemain yang pulang ke klub lama bukan suatu hal baru dalam dunia sepakbola. Sebelum dan sesudah Torres, ada lumayan banyak pemain yang pulang ke kampung halamannya dan membela kesebelasan lamanya, dan lantas terbukti sukses.

Dan berikut 5 Pesepakbola Spanyol yang pulang ke klub lamanya di Liga Spanyol:

Alvaro Morata – Dimulai dengan cerita yang paling segar sebab baru saja terjadi. Waktu itu, Alvaro Morata memilih meninggalkan klub yang membesarkannya, Real Madrid, karena hendak diberi banyak waktu bermain. Padahal, saat itu Madrid baru saja mereguk nikmatnya menjuarai Liga Champions pada tahun 2014. Kelanjutan cerita Morata lumayan puitis. Memilih pindah ke raksasa Italia, Juventus, pemain kelahiran 23 Oktober 1992 ini langsung sukses menjuarai Liga Italia dan sukses menjebol final Liga Champions satu tahun setelahnya. Menariknya lagi, Morata menyumbang gol yg jadi penentu untuk meredam perlawanan Real Madrid di semifinal. Los Blancos kesudahannya memilih memulangkan mantan anak asuhnya itu ke Santiago Bernabeu di awal musim 2016/2017 walaupun mesti menerbitkan dana sampai 30 juta euro. Sejak dibawa kembali Madrid dari Juventus, Morata telah mencetak 18 gol dari 39 penampilan di semua persaingan musim kemarin. Terakhir, pemain berusia 24 tahun membuat hat-trick ke gawang Leganes, 5 April lalu. Jumlah golnya lebih baik dari Karim Benzema, yg baru cetak 10 gol dari 28 laga, dan hanya kalah dari Cristiano Ronaldo yg cetak 22 gol dari 34 laga.

Jonathan Viera – Jonathan Viera ialah salah satu kunci di balik penampilan atraktif Las Palmas musim 2016/2017 ini dengan sukses mengoleksi 51 gol dan kecurian 57 gol dalam 32 pertandingan yang telah dijalani Las Palmas. Perjalanan karir pemain kelahiran Las Palmas, 21 Oktober 1989 ini serupa dengan seniornya, Juan Valeron. Bedanya, Viera lebih sering berkarir di klub-klub medioker. Setelah meninggalkan Las Palmas, karirnya di Valencia tak berlangsung mulus. Akhirnya, ia rela memperkuat Rayo Vallecano dan bahkan menerima tawaran Standard Liege di Liga Belgia. Untung, klub masa kecilnya menyambutnya pulang dengan tangan terbuka. Di bawah asuhan pelatih Enrique Setien, Viera dan Las Palmas ialah klub papan tengah sangat eksplosif musim ini.

Asier Illarramendi – Jangan salahkan Asier Illarramendi yg meninggalkan klub masa kecilnya untuk bergabung dengan raksasa laksana Real Madrid. Semua orang pasti hendak memperkuat Real Madrid, namun tidak seluruh orang sanggup berlomba ketat dengan semua pemain bintang di dalamnya. Faktanya, Asier Illarramendi sudah kembali ke mantan klubnya, Real Sociedad. Asier memilih kembali sebab menjalani masa-masa putus asa selama dua tahun di Real Madrid. Gelandang yang sempat dijuluki The Next Xabi Alonso tersebut mengalami kendala untuk dapat mengamankan satu tempat di starting eleven Real Madrid, lagipula sejak kedatangan Rafael Benitez, Asier kian tidak dilirik. Setelah dua musim cuma jadi penghangat bangku cadangan, Real Sociedad yg adalahklub lamanya menawarkan supaya kembali menikmati kehangatan rumah yang ditunggu Illarra. Pemain kelahiran 8 Maret 1990 ini pada akhirnya resmi bergabung pulang dengan Sociedad mulai awal musim 2015/2106 lalu, dan sampai kini menjadi elemen krusial klub kuda hitam asal distrik Basque ini.

Fernando Torres – Fernando Torres ialah salah satu Pangeran dari klub Atletico Madrid dan mempunyai cerita cinta yang amat baik dan terlalu estetis untuk dikisahkan di klub lamanya tersebut. Fernando Torres merupakan pangeran Atletico Madrid. Ia bahkan telah menjadi legenda klub di awal usia 20-an, dan sempat memjadi kapten di usianya yang ke-19. Petualangan suksesnya di Liga Inggris bareng Liverpool maupun yang tidak cukup sukses bareng Chelsea, tak melunturkan kerinduan pendukung Atletico kepadanya. Ketika lelaki kelahiran 20 Maret 1984 ini memilih untuk pulang ke Atletico dengan status peminjaman dari AC Milan pada bulan Januari 2016 lalu, selama 50.000 fans Atletico mengisi stadion Vicente Calderon. Mereka hendak memberi sambutan sehangat mungkin untuk pangeran tampan mereka yang kembali ke rumah.

Gerard Pique – Bersama Barcelona, Gerard Pique telah sukses meraih segala yang diinginkan seorang pesepak bola. Juara Liga Spanyol, Liga Champions, Juara Copa Del Rey, Piala Dunia Antar Klub, Piala Super Eropa, merupakan sederet prestasi yang sudah ditorehkannya bareng Blaugrana sampai sekarang ini. Meski telah berhasil di Barcelona, perjalanan karir Gerard Pique justru dari Manchester United. Klub Inggris itu adalah klub senior pertamanya. Walau demikian, dasar teknik sepak bola dipelajarinya di akademi Barcelona, klub kota kelahiran pesepakbola kelahiran 2 Februari 1987 ini. Maka, saat raksasa Barcelona menawarinya agar pulang ke kampungnya pada awal musim 2008/2009, Pique tak berpikir dua kali. 6 gelar juara Liga Spanyol dan 3 gelar juara Liga Champions telah cukup untuk membuatnya diingat sebagai legenda klub.

Leave a Reply

Your email address will not be published.